PR Berat Paul Munster: produktivitas Persebaya Surabaya yang Buruk Sebelum Hadapi Persik Kediri
– Persebaya Surabaya siap lagi untuk bertemu dalam pertandingan yang dipenuhi dengan gengsi, yaitu Derby Jawa Timur melawan Persik Kediri, di minggu ke-31 Liga 1 Indonesia musim 2024/2025. Laga sengit ini bakal berlangsung di Stadion Brawijaya, Kediri, pada hari Senin (5/5) sore waktu Indonesia Bagian Barat.
Tim Hijau hadir dengan tujuan utama, yaitu memperoleh tiga angka untuk mendekati urutan kedua tabel klasemen. Apabila berhasil mengalahkan Singa Putih, Persebaya Surabaya akan menerima tambahan 56 poin dan melampaui Malut United beserta Dewa United.
Akan tetapi, ambisi tersebut disertai dengan ketidaknyamanan yang belum dapat diselesaikan oleh sang pelatih Paul Munster. Kendala dalam mencetak gol berkelanjutan masih menjadi beban bagi barisan penyerangan Persebaya Surabaya untuk bagian tersisa dari musim ini.
Dari 30 pertandingan yang telah dijalani, Persebaya Surabaya baru mampu mencetak 35 gol. Jumlah itu jadi yang paling sedikit di antara tim-tim penghuni 10 besar klasemen Liga 1.
Kondisi ini menjadi sorotan utama dan pekerjaan rumah yang belum juga rampung di tangan Paul Munster. Pelatih asal Irlandia Utara itu mengakui timnya belum mampu menunjukkan konsistensi dalam urusan menjebol gawang lawan.
Meski begitu, Munster menegaskan timnya dalam kondisi siap tempur menghadapi Persik. Dia tetap menaruh rasa hormat pada lawan, meski secara statistik Persebaya Surabaya lebih unggul dalam pertemuan sebelumnya.
Dalam delapan duel terakhir, Persebaya Surabaya menang tiga kali, imbang tiga kali, dan hanya dua kali tumbang dari Persik. Namun Munster tak mau terpaku pada catatan itu dan meminta anak asuhnya tampil fokus sepanjang laga.
"Kami menekankan pada kekuatan tim kami sendiri namun tidak meremehkan lawan," ujar Munster saat konferensi pers sebelum pertandingan.
"Tim Persik dipenuhi dengan pemain berbakat dan pasti akan bertanding sengit ketika bertindak sebagai tuan rumah," tambahnya.
Permasalahan di barisan depan sepertinya akan terus berlanjut seperti pekerjaan rumah tanpa akhir sejak awal musim. Persebaya Surabaya masih menghadapi tantangan untuk menemukan penyerang handal yang dapat diandalkan dengan stabil.
Berbagai putaran dan modifikasi skema sudah dicoba tetapi masih belum memberikan kepuasan. Munster kini dipaksa untuk cepat mengembangkan rumus yang tepat sehingga Persebaya Surabaya dapat bermain lebih agresif dalam penyerangan.
Tekanan juga datang dari suporter yang mulai gerah dengan tumpulnya performa lini depan. Mereka berharap Derbi Jatim bisa jadi momentum kebangkitan dan pelampiasan gol-gol dari para pemain depan Green Force.
Paul Munster harus benar-benar memanfaatkan waktu tersisa untuk memperbaiki kinerja tim, terutama dalam skema penyerangan. Tanpa pembenahan nyata di lini depan, ambisi naik ke posisi dua besar bisa jadi sekadar mimpi.
Bek kiri Persebaya Surabaya Ardi Idrus menegaskan seluruh pemain sudah siap tampil habis-habisan demi hasil maksimal. Dia menyebut laga ini penting untuk menjaga peluang Persebaya Surabaya tetap bersaing di papan atas.
“Ardi mengatakan bahwa mereka sudah siap dan optimis untuk mendapatkan hasil positif di pertandingan besok agar bisa kembali menanjak ke posisi teratas,” kata dia.
Dia percaya bahwa Persebaya Surabaya berpotensi mengamankan semua poin saat bertandang ke kandang Persik. Akan tetapi, tidak dapat disangkal bahwa Persebaya Surabaya perlu meningkatkan performa mereka di bagian depan lapangan agar bisa meraih kemenangan di Kediri.
Persik sendiri sedang dalam tren positif dan tentu tak ingin dipermalukan di hadapan publik sendiri. Apalagi, Persik dikenal sebagai tim yang solid saat bermain di kandang. Tim berjuluk Macan Putih itu kerap menyulitkan lawan-lawannya, bahkan tim besar, saat bermain di Stadion Brawijaya.
Laga ini pun menjadi ujian mental bagi Persebaya Surabaya, apakah mereka bisa tampil klinis atau kembali membuang-buang peluang emas. Di titik inilah peran pelatih diuji, sejauh mana mampu menyulap kelemahan menjadi kekuatan.
Dengan waktu yang terus berlalu mendekati akhir musim, tiap laga saat ini memiliki nilai dua kali lipat. Mengamankan tiga angka pada Derby Jawa Timur dapat menjadi kunci untuk masa depan Persebaya Surabaya dalam persaingan menuju turnamen Asia.
Apabila sekali lagi tidak berhasil membuat gol, maka selain posisi tim akan terancam, keyakinan pendukung di Surabaya pun ikut dipertaruhkan. Inilah saatnya bagi Paul Munster untuk memperlihatkan kemampuannya dan mengakhiri tugas yang belum terselesaikan.
Kini semua mata tertuju pada laga panas di Stadion Brawijaya. Apakah Persebaya Surabaya mampu menyalakan kembali api produktivitas, atau justru tenggelam di bawah tekanan rival satu provinsi?
Posting Komentar