Sosok Luthfianisa Putri Karlina Wabup Garut yang Tolak Pakai Rumah dan Mobil Dinas Baru,Dokter Gigi

Table of Contents

Berikut adalah sosok Luthfianisa Putri Karlina, Wakil Bupati Garut, yang menolak menggunakan mobil dinas baru.

Diketahui Luthfianisa Putri Karlina diangkat sebagai Wakil Bupati Garut, Jawa Barat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Ia belakangan menjadi sorotan karena menolak menggunakan kendaraan dinas baru.

Tak hanya itu, Putri Karlina, akrab disapa, pun enggan tinggal di rumah dinas yang telah dialokasikan oleh pemerintah.

Dia lebih memilih untuk tinggal di rumah pribadinya selama menjabat sebagai Wakil Bupati Gart 2025-2030.

Padahal Pemerintah Kabupaten Garut telah menyiapkan anggaran APBD sebesar Rp1,6 miliar untuk membeli dua kendaraan dinas baru untuk mendukung mobilisasi operasional Bupati dan Wakil Bupati Garut terpilih.

Penolakan atas kendaraan dinas tersebut disampaikan secara resmi oleh Putri Karlina melalui sebuah surat yang ditandatangannya.

Bahkan kini, surat tersebut telah tersebar luas di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat umum, terutama di kota Garut.

Setelah menjelajahi, Putri Karlina memiliki alasan spesifik mengapa dia enggan menggunakan fasilitas yang disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Garut.

Penolakan Putri Karlina diputuskan berdasarkan pertimbangan efisiensi anggaran.

Selama masa jabatannya, dia akan berusaha melakukan optimalisasi anggaran daerah.

Menurutnya, dana itu bisa digunakan untuk kemakmuran masyarakat luas.

Hal ini menunjukkan kepedulian Putri Karlina untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat melalui penggunaan anggaran yang lebih efektif.

Meskipun ia tidak akan menggunakan fasilitas kendaraan dan rumah dinas, namun Putri Karlina berjanji tidak akan menurunkan semangat dan efektifitasnya selama menjalankan tugas rakyat nanti.

Dia tetap komitmen untuk menjalankan tugasnya secara maksimal demi kemajuan Kabupaten Garut.

Saat menjabat sebagai wakil Bupati Garut Abdusy Syakur Amin, Putri Karlina akan tetap tinggal di rumah pribadinya yang tak kalah mewah dari rumah dinas yang ditawarkan padanya.

Profil Luthfianisa Putri Karlina

Sebelum terjun ke dunia politik, Luthfianisa Putri Karlina adalah lulusan dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Gadjah Mada (UGM) hingga lulus pada tahun 2016.

Putri juga ditemukan melanjutkan pendidikannya di SBM Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 2019.

Di ITB, Putri berhasil meraih gelar Master of Business Administration (MBA) pada tahun 2021.

Meskipun bergelar dokter gigi, namun Purtri Karlina mencoba peruntungan dalam dunia bisnis dan berhasil.

Sekarang ini dia menjalankan beberapa usaha, di antaranya berhubungan dengan bisnis kuliner dan salon.

Putri yang telah sukses menjadi pebisnis kemudian memutuskan untuk beralih ke politik.

Pada usianya yang ke-31 tahun, Putri berhasil memenangkan perhatian banyak partai untuk mendukungnya.

Ketika ditanya alasan utamanya maju menjadi calon wakil bupati, ia bermimpi membawa gagasan anak muda ke setiap kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

Bagi Siapapun di Generasi Z di Kabupaten Garut, sudah sangat kreatif serta ikut serta memajukan Kabupaten Garut dengan karya kreatif mereka masing-masing.

"Kami ingin bekerja sama dengan remaja dalam setiap kebijakan tersebut," sebut Putri ketika ditemui di Garut kemarin. "Tampaknya banyak juga remaja yang sudah menjadi ahli di suatu bidang atau komunitas, jadi kami memberikan kebebasan bagi mereka untuk mengembangkan ide kreatif maupun fasilitas penunjang kreativitas," ucapnya.

Putri mengatakan bahwa ekonomi kreatif remaja sekarang sudah sangat men Comprehensive teknologi digital dari kehidupan konstan mereka banyak pelaku UMKM serta pariwisata di Kabupaten Garut yang diantaranya adalah mereka Gen Z dengan segala kreativitasnya.

Mereka memanfaatkanç§’ langsung untuk mengundang orang dari luar Kabupaten Garut untuk datang ke Garut yang telah mengembangkan diri menjadi sebuah daerah wisata dan pariwisata yang terkenal.

"Apakah yang bisa dilakukan oleh pemerintah selanjutnya adalah bagaimana membuat orang mau datang ke Garut lebih banyak lagi, bagaimana orang mau lebih lama tinggal di Garut," katanya.

Putri Karlina juga menyebutkan bahwa hal penting lainnya adalah membuat branding dan pemasaran yang baik pada sisi kuliner, UMKM, dan pariwisata.

"Alasannya sangatlah penting untuk memastikan bahwa orang ketika bertamu ke Garut tidak merasa kecewa, tetapi malah merasa bahagia ada di Garut. Banyak adalah latar yang dapat digandengkan seperti organisasi, komunitas, termasuk juga generasi Z," ujarnya.

Putri Karlina juga mencontoh kolaborasi, misalnya UMKM yang berkembang. Kebutuhan untuk berkembang bisa lewat inkubasi, inkubasi program yang berbasis, misalnya lembaga atau pemerintahan, agar proses mentoringnya tepat dan sumber dayanya jelas.

"Begitu menuju masa yang akan datang, kami bisa membentuk satu desa dengan satu Produk UMKM, hal itu baik bagi generasi muda dan membuat saya terinspirasi, beberapa tahun terakhir saya banyak aktif di dunia wirausaha dan menemukan banyak generasi muda yang berpotensi dapat mengembangkan usaha dengan pikiran yang kreatif tetapi belum tersentuh pemerintah," kata Putri Karlina.

Menurutnya, mereka bisa membantu program-program pemerintah menjadi lebih bermanfaat dan relevan dengan masyarakat karena memiliki potensi.

Saya melakukan introspeksi diri saya untuk melihat kesempatan saya mengikuti Pilkada dan meningkatkan visi serta misi saya. Saya mencapai kesimpulan bahwa saya harus berpartisipasi dalam mengekspresikan pengabdian saya ke Kabupaten Garut.

Posting Komentar