Resmi! Prabowo Ketok Palu 7 BUMN Jumbo Dikelola Danantara
Pemerintah resmi mengumumkan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) besar akan dikelola melalui lembaga baru.
Dalam acara yang berlangsung di Istana Merdeka pada hari ini, Senin (24/2/2025), Prabowo menyatakan bahwa tujuh BUMN ini akan menjadi katalisator utama bagi pengembangan Danantara, yang diharapkan dapat mengoptimalkan pengelolaan aset negara dan meningkatkan transparansi keuangan.
Berikut 7 BUMN yang Dikelola di Indonesia:
1. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
2. PT Pertamina (Persero)
3. Perusahaan Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom)
4. PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID)
5. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
6. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)
7. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
(BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) berada di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (24/2/2025), menjelang peluncuran BPI Danantara.
"Di hari ini, Senin tanggal 24 Februari 2025, saya Presiden Republik Indonesia menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan Peraturan Pemerintah Nomor 10 tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara," kata Prabowo dalam forum itu.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 30 tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Daya Anak Negeri.
Djenod.
Untuk diketahui, Prabowo akan meluncurkan BPI Danantara di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta pukul 10.00 WIB. Sejumlah undangan telah hadir, di antaranya para menteri Kabinet Merah-Putih dan ketua umum partai politik Koalisi Indonesia Maju.
Tidak ada teks yang dapat diparagrafkan.
|
BUMN |
Jumlah Aset sebelum Eliminasi pada 2023 |
Porsi Kepemilikan Saham Pemerintah |
|
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. |
Rp2.174,21 triliun |
52% |
|
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. |
Rp1.965,0 triliun |
53,2% |
|
PT PLN (Persero) |
Rp1.670,64 triliun |
100% |
|
PT Pertamina (Persero) |
Rp1.404,76 triliun |
100% |
|
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. |
Rp1.086,66 triliun |
60,06% |
|
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. |
Rp438,75 triliun |
60% |
|
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telekomunikasi Indonesia) |
Rp287,04 triliun |
52,09% |
|
PT MIND ID (Persero) |
Rp259,18 triliun |
100% |
Posting Komentar