Program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta Disebut Tak Ganggu Efisiensi Anggaran
- Program Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) pada hari ini Senin (10/2/2025), diharapkan tidak akan mengganggu pelaksanaan efisiensi anggaran sebagaimana instruksi Presiden Prabowo Subianto.
Pj Gubernur Jakarta Teguh Setyabudi mengatakan bahwa program Cek Kesehatan Gratis di Jakarta memanfaatkan persediaan bahan obat-obatan yang sudah ada.
" Sampai sekarang, CKG menggunakan dana APBN. Tapi untuk saat ini, kita masih menggunakan persediaan bahan medis yang digunakan habis," kata Teguh saat ditemui di Pulogadung, Jakarta Timur, Senin.
program ini tidak mempengaruhi efisiensi anggaran kesehatan.
Kemudian, menanggapi instruksi Presiden soal efisiensi anggaran, Pemprov Jakarta telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 2 Tahun 2025.
Teguh mengatakan, Ingub ini kemudian akan disampaikan kepada Gubernur dan Plt Gubernur DKI jakarta yang terpilih, Pramono Anung dan Rano Karno.
"Saya menyadari (pratinjau rapim terkait efisiensi sudah, tapi ini prosesnya nggak seketika langsung," ungkap Teguh.
Meski demikian, Teguh mengatakan, terkait dengan program mana saja yang akan dikenakan efisiensi di lingkungan Dewan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, sepenuhnya ada di tangan Pramono-Rano.
“Lnntarlah Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur yang terpilihlah yang akan menjawab tentang hal ini dengan tegas, yaitu apakah iniμερklasar efektif atau bentuk realokasi untuk program-program strategis Gubernur dan Wakil Govenor yang mungkin belum tertentu,” ucap Teguh.
Teguh menambahkan, realokasi anggaran dapat digunakan untuk mendukung program strategis pemerintah pusat yang belum termasuk APBD 2025.
Perihal beberapa aspek penyelesaian anggaran dan penyiapan BBPJP, pembelanjaan e-PPN berbasis sistem APBN, pembelanjaan alokasi APBD berbasis zona dan alokasi ini perolehan belanja beras.
A. Belanja perjalanan dinas
- Penghematan pembelanjaan perjalanan dinas ke luar negeri hingga 5o persen.
- Download 여행기 utilize바ari petung berwasiatoagan perlu elimin sway khoảngance belanja perjalanan dinas à 50 persen.
- Pendapatan belanja perjalanan dinas di dalam kota menurun sebanyak 50 persen.
B. Pengurangan kegiatan seremonial, pengkajian, kerja sama studi banding, pengembangan naskah, publikasi dan seminar.
Yang terukur pada operasi belanja retail seperti biaya sewa hotel, sewa mobil, biaya operasional kantor, biaya perawatan, dan pembelian peralatan dan mesin.
D. Pengurangan anggaran makanan dan minuman untuk kegiatan lapangan, acara undangan tamu, pertemuan, serta fasilitas pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sosial.
Mereka akan memilih dan memberikan hibah langsung, baik itu berupa barang, uang, bahkan jasa kepada Kementerian atau Lembaga.
F. Penyesuaian belanja APBD 2025 yang bersumber dari Dana Transfer ke Daerah.
Posting Komentar