Penghancur Megawati MVP,Bongkar Trik Jitunya Memayungi Spike Megatron di Liga Voli Korea
Jeong Yun-ju menjadi musuh yang tak terkalahkan bagi Megawati Hangestri Pertiwi dari Red Sparks, pada pertandingan lanjutan Liga Voli Korea 2024/2025 putri, ketika Pink Spiders merebut kemenangan.
Pasangan pemukul lawan Pink Spiders, Jeong Yun-ju (21) dipilih sebagai pemain terbaik, lebih dikenal sebagai MVP, untuk pertandingan melawan Red Sparks di hari Minggu (2/2/2025).
Pertandingan dilangsungkan di Samsan Gymnasium, Korea Selatan, Pink Spiders secara dominan mengalahkan tim Megawati dengan skor 3-1 (25-21, 22-25, 25-10, 25-23).
Hasil ini membantu Pink Spiders menjadi pemain kelima kali berturus-turut memenangkan Liga Voli Korea musim ini. Ini juga merupakan kemenangan ke-20 mereka di kompetisi ini.
Sejarah juga berhasil dicatat oleh tim yang diketahui dengan warna jambon mereka. Mereka adalah tim perdana yang mencapai 20 kali menang di satu musim Liga Voli Korea sejak turnamen ini diadakan.
Mengalahkan Red Sparks juga membuat posisi Pink Spiders kuat di atas klasemen.
Kim Yeon-koung dkk. mengumpulkan 58 angka, mengungguli Hyundai Hillstate dengan selisih 8 poin di urutan kedua. Sementara itu, Pink Spiders tidak bergerak dari urutan ketiga dengan 47 poin.
Sorotan setelah pertandingan bertumpu pada Jeong Yun-ju.
Jeong Yun-ju mendapat gelar MVP pertandingan antara Pink Spiders melawan Red Sparks. Padahal dia bukan skornya pemimpin dalam pertandingan ini, pevoli kelahiran 2003 ini berhasil mencetak 18 poin, 6 poin lebih sedikit dari Megawati dan Kim Yeon-koung.
Namun yang paling menarik perhatian ialah lebih dari tiga kali Jeong Yun-ju berhasil menghentikan serangan keras Megawati dengan menggunakan block monster.
Jeong Yun-ju dengan patutnya menangkap Megatron, sapaan akrab Megawati.
Spike pevoli asal Jember, Jawa Timur itu seringkali dihentikan oleh Jeong Yun-ju melalui permainan skill mon-blok.
Megawati tidak sukses maksimal dalam mengumpulkan poin. Dari 51 kali upaya, 'hanya' 24 poin yang dapat dia raih.
Jeong Yun-ju pun membongkar rahasia bagaimana dia menghentikan spike Megawati, yang sejauh ini menjadi salah satu yang paling baik di Liga Voli Korea 2024/2025.
"Saya melakukan pemblokiran (block) dengan menunggu waktu yang tepat," bukanlah itu kutipan.
Meskipun memiliki postur lebih kecil dari Mega, yaitu 176 cm, mendayaran dalam melakukan lompatan menjadi pilihan yang tepat untuk menghentikan spiker Megawati.
Hal ini terlihat jelas, ketika Megawati sudah melakukan lompatan dan siap menjatuhkan pukulan, Yun-ju memilih menunggu sampai ke titik tepat untuk melakukan pencekikan.
Karena tekanan dari Megawati yang keras. Sehingga potensi bola bergerak liar sangat besar dan sulit untuk melakukan reset penghujukan.
Sehingga Yun-ju memilih untuk melakukan block dengan "mengapotong" atau memasukkan tangan sedalam mungkin ke area pertahanan lawan.
Saya juga diberitahu (soal menghadapi Megawati) dimana tendangan lawannya sulit diprediksi, dan cara paling efektif ialah memasukkan kaki ketika melakukan bloking.
Itu akan membuat Anda memiliki papan yang sempurna, dan sukses dalam pertandingan ini.
Model yang dilakukan oleh Yun-ju memiliki risiko yang tinggi karena potensinya untuk menyentuh jaringan yang berarti menyebabkan kefoul.
Tapi pemuda Pink Spiders ini mampu bermain cerdas, termasuk menguak anginan serangan-serangan berbahaya dari Megawati Hangestri.
Meskipun demikian, Megawati perlu bangkit di laga selanjutnya.
Tim Megawati Hangestri akan bertanding melawan Hyundai Hillstate di Chungmu Gymnasium, Daejeon, pada Jumat (7/2/2025) pukul 14.00 WIB.
Laga ini menjadi kesempatan bagi Red Sparks meningkatkan peringkatnya ke posisi kedua setelah kekalahan Hyundai Hillstate dikalahkan oleh IBK Altos, 4 Februari 2025.
Mega cs hanya setengah poin dari hasil numerik juara bertahan. Di mana jika menang atas Hyundai Hillstate, Red Sparks nantinya akan mempunyai jumlah poin yang sama, yaitu 50.
Tapi dari sisi jumlah kemenangan, Red Sparks lebih baik daripada Hyundai Hillstate, yaitu 18 dibandingkan 16.
Posting Komentar