Malioboro Lumpuh, Ribuan Aktivis-Mahasiswa Demo Kecam Prabowo hingga Desak Bubarkan Kabinet Merah Putih

Table of Contents

Jalan itu macet tak bisa dilalui. Petugas kepolisian pun mengalihkan semua arus menuju Malioboro.

Itu sebagai tanda pesimisme dan kekecewaan akan situasi masa depan Indonesia yang semakin gelap dengan pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bersama kabinet Merah-Putih.

Saya tidak bisa membantu.

Ada juga mahasiswa yang membawa poster bertulis 'Katanya Irit, Tapi Retret Habiskan Lebih Dari Rp 11 Miliar- Kuwi Boros Lee'

Massa Jogja memanggil meminta Turunkan Prabowo-Gibran dan pembubaran Kabinet Merah Putih karena kebijakannya kian tidak berpihak dan tidak berakhlak rakyat.

Dalam aksi tersebut, elemen aktivis Aliansi Jogja Memanggil dalam edarannya juga menyoroti momen ulang tahun Partai Gerindra pada 15 Februari 2025 di Bogor ketika Prabowo Subianto mengatakan "Ndasmu!" terhadap rakyat yang mengkritik kebijakannya.

“Ndasmu!” dilontarkan karena Prabowo marah terhadap rakyat yang mengkritik kebijakan Makan Bergizi Gratis untuk pelajar sekolah dasar dan menengah, Massa juga mengkritik Kabinet Merah Putih sebagai kabinet tergemuk sepanjang masa Indonesia sebagai sebuah negara berdiri, serta strategi Jokowi saat masa Pemilu 2024 untuk memenangkan Prabowo-Gibran.

"Prabowo, mantan jenderal yang pernah menculik aktivis pada tahun 1998, terlibat dalam Peristiwa Balibo di Timor Leste, dan merupakan menantu dari Soeharto, mantan presiden yang dikenal keras, tidak pernah diadili," ujar massa.

Dengan mengatakan "Ndasmu!" terhadap rakyat, Prabowo telah menampakkan wujud aslinya: anti-kritik, arogan, dan militeristik," sebut massa Jogja Memanggil.

Dalam bahasa Jawa, 'Ndasmu!' adalah sebuah kata makian yang digunakan dalam keseharian untuk merendahkan seseorang atau sekelompok orang. Masyarakat juga menilai ucapan Prabowo itu sebagai hinaan bagi rakyat.

"Apa yang tidak bisa lagi diterima oleh rakyat adalah penghinaan ini. Berikutnya, mengingat saat pemilu yang penuh kecurangan itu, Prabowo adalah bagian dari pengemis rakyat. Ia dan timnya mengemis suara rakyat melalui kampanye-kampanye yang penuh kebodohan dan kekejaman politik," kata massa.

Elemen Jogja Mengatakan bahwa Prabowo tidak bisa lagi ditolerir dan tidak bisa dimaafkan! Apalagi pemerintahan yang baru berjalan 100 hari lebih sedikit ini sudah membawa bencana-bencana terhadap rakyat. Mulai dari memangkas anggaran kementerian-kementerian penting seperti pendidikan dan sosial untuk subsidi makanan gratis, naiknya harga kebutuhan pokok rakyat, kelangkaan bensin, kelangkaan gas 3 kg, pembangunan pagar laut di Jawa bagian utara, hingga perampasan ruang hidup rakyat atas nama proyek strategis nasional, organisasi massa yang menerima tambang, guru dan dosen yang tidak mendapatkan tunjangan kinerja, pendidikan mahal, serta kampus menerima dana hibah penelitian terkait tambang.

"Jadi kami meminta Prabowo-Gibran turun dan bubarlah Kabinet Merah Putih!" seru massa Yogyakarta.

Meskipun aksi itu dilakukan oleh ribuan mahasiswa dan menghalangi jalan Malioboro, namun aksi berlangsung lancar. Beberapa toko di sepanjang Malioboro dan pelaku ekonomi informal lainnya tetap menjalankan aktivitasnya.

Kepala Kepolisian Resort Kota Yogyakarta Komisaris Besar Aditya Surya Dharma mengatakan untuk menjaga aksi mahasiswa itu, pihaknya menyiagakan sekitar 500 personel yang disebar secara fleksibel di berbagai titik. "Kami siapkan 465 personil yang disebar ke titik-titik yang dilalui massa aksi agar berjalan lancar tanpa mengganggu ketertiban umum," kata dia.

Posting Komentar