Hanya Hitungan Menit, 10.000 Jenang Ludes Diserbut Masyarakat di HUT Ke-280 Kota Solo

Table of Contents

Festival Jenang untuk memperingati HUT ke-280 Kota Solo digelar meriah di Koridor Ngarsopuro, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, pada Senin (17/2/2025).

Ratusan ribu orang antusias menyambut acara tersebut, menghabiskan 10.000 takir jenang.

Acara ini dihadiri oleh 110 peserta yang berasal dari 60 PKK kecamatan, asosiasi, perhimpunan, serta komunitas.

Berbagai jenis jenang ditampilkan dalam festival ini, menarik perhatian warga yang ingin mencicipi kuliner tradisional tersebut.

Salah satu pengunjung, Naswa, mengaku harus berdesakan dan mengantre untuk mendapatkan es krim.

Dia berhasil mendapatkan jenang pati dan jenang mutiara.

"Benar, sementara itu, kondisi cukup berdesakan. Makanan dibagikan oleh masyarakat," ungkap Naswa.

Ia menambahkan bahwa setiap tahun ia selalu datang ke Ngarsopuro untuk menyaksikan dan menikmati rasa jenang dalam perayaan hari jadi Kota Solo.

"Setiap tahun aku datang ke festival ini," ucapnya.

Widarwati, salah satu peserta dari PKK Kelurahan Penumping, menjelaskan bahwa proses pembuatan jenang ketan hitam dimulai sejak pagi hari.

Dia menggunakan enam kilogram ketan hitam untuk membuat jenang tersebut.

"Pembuatannya (jenang ketan hitam) dari pagi hari. Buat enam kilo dari ketan hitam," katanya.

Widarwati juga menambahkan bahwa enam kilogram ketan hitam dapat menghasilkan sekitar 250 gelas jenang yang habis dalam waktu singkat.

"Tidak ada lima menit yang langsung disebut oleh masyarakat. Karena sudah kita siapkan dalam bentuk cangkir," ujarnya.

Widarwati merasa gembira bisa berpartisipasi dalam festival ini dan berharap Kota Solo dapat semakin maju dan masyarakatnya sejahtera.

"Moga-moga Kota Solo semakin maju, semakin bagus, dan semakin jaya," harapnya.

Pada awalnya, Direktur Artistik Festival Jenang Nusantara, Heru Mataya, mengatakan bahwa festival jenang tahun ini adalah tahun ke-14 dengan tema "Mustika Jenang Nusantara".

Tema ini diinspirasi dari buku berjudul Mustika Rasa yang merekam berbagai resep masakan khas Indonesia, yang diprakarsai oleh Presiden Soekarno dan diterbitkan pada tahun 1967 oleh Departemen Pertanian.

"Jenang sebanyak sekitar 10.000 buah akan dibagikan pada tanggal 17 Februari mendatang. Jenang yang akan dibagikan beragam jenisnya, terutama dari Jawa dan dari berbagai daerah lainnya," kata Heru.

Festival ini berlangsung dari pagi hingga sore dengan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pasar jenang, memasak jenang dalam skala besar, prosesi mengarak jenang, pementasan seni, dan permainan marut kelapa untuk anak-anak.

Heru menekankan pentingnya mengajarkan proses pembuatan jenang kepada generasi muda, yang saat ini sudah tidak familiar dengan tradisi tersebut.

"Sekarang ini anak-anak sudah tidak familiar lagi dengan proses membuat jenang. Pertama-tama adalah merendam kelapa. Ini kita lakukan di Ngarsopuro mereka merendam kelapa dalam jumlah besar menjadi bagian tradisi membuat jenang. Kita mulai dari anak-anak," ujarnya.

Posting Komentar