Dedi Mulyadi Bagi-bagi Mobil dan Motor Dinas Gegara Pusing Kebanyakan,Mercy Jadi RS Berjalan

Table of Contents

- Tiga mobil dinas

yang terlihat dalam video unggahan akun TikTok resmi Dedi Mulyadi

.

Dia juga memperhatikan kondisi kendaraan-kendaraan tersebut.

Ketika tiba di Mercedes Benz V-Class, Dedi memerintahkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, untuk mengubah mobil tersebut menjadi mobil rumah sakit.

"Rencananya ini dijadikan mobil rumah sakit," kata Dedi, Sabtu.

Lebih lanjut, Dedi memerintahkan mobil RS berjalan itu untuk dilengkapi dengan fasilitas kesehatan yang memadai, termasuk pemeriksaan jantung dan kesehatan ibu hamil.

"Pemeriksaan jantung, pemeriksaan ibu hamil. Jika perlu, dapat mendeteksi kanker melalui pemeriksaan darah," katanya.

"Itu rumah sakit mobil, tapi bukan untuk saya," katanya.

Dedi juga meminta agar mobil dinas Toyota Camry 2007 dilelang, selain Mercedes.

Karena, menurut Dedi, mobil tersebut perlu biaya perawatan yang besar karena usianya sudah tua.

Ia juga memberikan mobil dinas Toyota Alphard miliknya kepada Herman.

Dedi mengatakan bahwa ia cukup menggunakan Toyota Innova Zenix yang dahulu digunakan oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

"Berikan (mobil ini) kepada Herman," ucapnya.

Dedi mengaku terlalu banyak memiliki mobil dinas sehingga membuatnya pusing.

Pasalnya, perawatan mobil dinas dan pembayaran pajak akan sangat mengganggu Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

"Jangan terlalu banyak (mobil dinas), mending (pusing)" pungkas dia.

Selain mobil dinas, motor dinas miliknya juga dibagikan kepada beberapa instansi.

Seperti motor Honda CBR untuk kendaraan dinas Perhubungan, serta motor Royal Enfield dan BMW untuk Satpol PP dan pimpinan kantor Gubernur.

2 Cara Dedi Mulyadi Menghemat Anggaran

Dalam kesempatan lainnya, Dedi Mulyadi menjelaskan caranya menghemat anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Dedi mengatakan, hingga hari pelantikannya pada Kamis (20/2/2025), ia telah mencapai efisiensi anggaran sebesar Rp5,5 triliun.

Dedi menambahkan bahwa jumlah itu akan ditingkatkan setidaknya hingga Rp6 triliun.

Menurutnya, efisiensi anggaran bukan soal memotong anggaran, tetapi mengalihkannya ke hal yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Langkah pertama yang dilakukan Dedi adalah, merelokasi anggaran dengan tim transisi yang dibentuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tim tersebut terdiri dari 11 orang dan dipimpin langsung oleh Dedi.

"Dari perhitungan anggaran keuangan, kami telah mengubah alokasi anggaran dari belanja yang tidak penting menjadi belanja yang lebih penting. Senat malam lalu, jumlahnya mencapai Rp 5,5 triliun. Kami berharap bisa mencapai Rp6 triliun," jelasnya, Kamis, dikutip dari Kompas.com.

Metode kedua, anggaran hasil efisiensi kemudian akan dialokasikan untuk beberapa sektor prioritas, seperti pendidikan.

Dalam bidang pendidikan, pembangunan ruang kelas baru (RKB) akan ditingkatkan dari Rp60 miliar, menjadi Rp1,2 triliun.

"Ini untuk membangun 3.333 ruang kelas baru, sekolah baru, dan membebaskan tanah untuk pembangunan sekolah dalam dua tahun mendatang," ujar Dedi.

Dedi meningkatkan anggaran infrastruktur jalan dari Rp600 miliar menjadi Rp2,4 triliun.

Anggaran itu nantinya digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan agar investasi dapat berkembang.

Pemerintah Daerah Jawa Barat juga akan mengalokasikan anggaran untuk menyediakan sambungan listrik bagi sekitar 200.000 warga yang belum memiliki listrik.

Anggaran listrik tercatat meningkat dari Rp20 miliar menjadi Rp350 miliar.

Selain itu, program renovasi rumah untuk keluarga miskin akan diperluas dari Rp 20 miliar menjadi Rp 120 miliar, dengan anggaran Rp 40-50 juta per unit rumah.

Di sektor kesehatan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan membangun rumah sakit baru, puskesmas bantu, dan menyediakan 200 unit ambulans untuk daerah terpencil.

Dengan judul "Pusing Mobil Dinas Banyak, Dedi Mulyadi Bagi-bagi: Mercy Jadi RS Berjalan, Toyota Camry Dilelang"

Posting Komentar