BRIN Ungkap Alasan Penunjukan Sugiono sebagai Menlu oleh Prabowo Subianto

Table of Contents

Dewi Fortuna Anwar menyoroti hubungan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Dia menilai urusan luar negeri Indonesia lebih banyak dipegang oleh presiden daripada menengah menlu.

Dia menanyakan apakah Kemlu berfungsi sebagai tempat kebijakan luar negeri 'digunakan' mengolah atau hanya menjadi sekretariat ketika kebijakan sudah jadi.

Dewi mengatakan ada kesan Prabowo sudah menunjuk apa saja yang harus Kemlu lakukan sehingga menunjuk Sugiono yang bukan dari kalangan diplomat. Keinginan ini, membuat Prabowo enggan memilih menteri luar negeri dari kalangan berpengalaman, seperti beberapa yang pernah menjabat, yaitu Hassan Wirajuda, Marty Natalegawa, atau Retno Marsudi.

"Dewan Pimpinan Umum (DPU) Jaringan Mediasi dan Dialog Internasional (JMDI) Sijori akan menyampaikan pesan dari presiden kepada Kemlu," kata Dewi saat menghadiri focus group discussion (FGD) secara virtual bersama Tempo pada Rabu, 15 Januari 2024.

Diskusi antara manusia penasaran dan asisten intelijen buatan. Assisten memberikan jawaban yang bermanfaat, terperinci, serta sopan dan halus.

Dengan adanya kesalahan, tidak ada orang yang berani menanggapi. Tidak ada periksa. Jadi, ini merupakan risiko jika ada inisiatif-inisiatif yang sangat digerakkan dari atas.

Edisi khusus 100 hari kerja Presiden Prabowo yang ada sekarang. Dalam laporan “Politik Luar Negeri di Bawah Komandan Prabowo”, Tempo mengungkap adanya dominasi Presiden Prabowo Subianto atas kebijakan dan diplomasi politik luar negeri. Sebagai presiden, Prabowo memiliki kecenderungan untuk enggan diintruksikan dalam pengambilan keputusan untuk urusan luar negeri. Keputusan yang diambil oleh Prabowo tanpa telaah mendalam seringkali menyebabkan ketegangan dalam negeri dan dunia internasional.

Bantuan Keuangan NATO untuk Ukraina Lebih dari 3 Triliun Rupiah

Ikuti di sini

Posting Komentar