Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Rutin Konsumsi Kunyit?
Banyak penelitian menunjukkan bahwa rutinitas mengonsumsi kunyit dapat memberikan manfaat baik bagi tubuh.
Kunyit merupakan rempah kuning keemasan yang berasal dari akar tanaman Curcuma longa, berasal asli dari Asia Tenggara.
Bumbu ini memberikan rasa hangat yang khas dan mengandung senyawa-senyawa yang bermanfaat.
Per satu ruas kunyit dapat mengandung 29,3 kalori, 0,91 gram protein, 0,31 gram lemak, 6,31 gram karbohidrat, 2,1 gram serat, dan 0,3 gram gula.
Kelebihan rempah ini juga meliputi beberapa nutrisi lain, seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, dan kalium.
Lantas, apa yang akan terjadi pada tubuh saat rutin mengonsumsi kunyit?
Jika dikonsumsi terus-menerus, tubuh akan lebih suka menggunakan biji-bijian yang memproduksi antosianin dan Anda tidak akan terbebas dari kesulitan tidur.
Rempah kunyit dapat dikonsumsi dalam bentuk yang beragam, seperti dikunyah langsung, direbus, atau diminum dalam format suplemen atau jamu.
Berikut beberapa hal yang mungkin terjadi pada tubuh ketika mengonsumsi kunyit setiap hari:
1. Menurunkan peradangan
Kunyit terkenal memiliki kemampuan melawan peradangan. Hal itu dikatakan oleh ahli gizi Emily Niswanger.
"Zat aktifnya, kurkumin, merupakan kekuatan utama di balik efek anti-inflamasiannya," katanya, masih dari sumber yang sama.
Saat dijadikan suplemen, rempah satu ini juga terbukti mengurangi peradangan dengan menekan jalur yang terkait dengan respons peradangan.
Niswanger juga menambahkan, senyawa kurkumin yang terkandung di dalam kunyit dapat membantu membersihkan radikal bebas dari dalam tubuh.
2. Mengurangi nyeri sendi
Mengonsumsi kunyit secara teratur juga bisa mengurangi nyeri pada sendi. Kandungan kurkumin di dalam bumbu tersebut dapat menghambat jalur inflamasi, seperti siklooksigenase-2 (COX-2) dan faktor nekrosis tumor-alfa (TNF-α), yang sering kali aktif pada artritis.
Ahli diet terdaftar, Erin Kenney menekankan, bahwa penelitian menunjukkan bahwa suplemen kunyit memiliki kesamaan pengaruh yang signifikan dengan beberapa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam menghilangkan gejala osteoartritis tanpa menimbulkan efek sampingan, seperti gangguan pencernaan, sembelit, pusing, dan kelelahan.
3. Menyehatkan jantung
Kandungan kurkumin yang terkandung di dalam kunyit dapat meningkatkan kesehatan jantung.
"Kura-kura kuning membantu menurunkan peradangan sistemik, stres oksidatif,dan oksidasi kolesterol LDL, semuanya itu menyumbang penyakit jantung," kata Kennye.
Dia menjelaskan bahwa senyawa itu dapat meningkatkan performa endotel yang mendukung fungsi dan sirkulasi pembuluh darah yang sehat.
Beberapa penelitian menunjukkan, suplemen kunyit dapat membantu menurunkan tekanan darah sistolik jika dikonsumsi selama lebih dari 12 minggu.
4. Menyehatkan usus
Manfaat kunyit selanjutnya jika dikonsumsi setiap hari adalah meningkatkan kesehatan saluran cerna.
"Bertanggung jawab atas sifat anti-inflamasinya dan antioksidannya, kurkumin dapat membantu mengurangi radang di usus, di mana hal ini berpotensi bermanfaat bagi kondisi seperti sindrom iritasi usus besar (IBS) dan penyakit radang usus (IBD)," kata Kenney.
Dia menjelaskan, kurkumin juga dapat meningkatkan mikrobioma usus yang baik dengan mendorong pertumbuhan bakteri yang berguna dan mengurangi bakteri berbahaya.
5. Meningkatkan kesehatan otak
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kurkumin berpotensi untuk mengurangi kerusakan oksidatif pada otak yang menyebabkan penurunan fungsi kognitif.
Studi lainnya menemukan bahwa kurkumin dalam kunyit bisa meningkatkan hasil kognitif pada orang dengan penyakit Alzheimer.
Tetapi penemuan ini masih memerlukan lebih banyak penelitian pada manusia dalam masa depan.
Untuk mendapatkan informasi tentang batas aman bagi orang dewasa
Penelitian menunjukkan bahwa untuk mendapatkan manfaat yang diharapkan dari kunyit, disarankan untuk mengkonsumsinya sekitar 500-2.000 miligram (mg) per hari.
Biasanya konsentrasi kurkumin di dalam kunyit dalam bentuk ekstrak justru lebih tinggi dari jumlah alamiannya.
Sebagai referensi, umbi kunyit bisa mengandung sekitar 3 persen kurkumin, dibandingkan dengan 95 persen kurkumin dalam ekstraknya.
Meski begitu, belum ada konsensus resmi mengenai dosis kunyit atau kurkumin yang efektif.
Berikut ini dosis yang bisa digunakan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan:
- Untuk osteoartritis: 500-1.500 mg kunyit sehari-hari selama 3 bulan.
- Untuk menanganinya kulit gatal: 500 mg kunyit tiga kali sehari selama dua minggu.
- Untuk kolitis ulserativa: 100-10.000 mg ekstrak kunyit sehari-hari.
Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan 1.4 mg per pon (0-3 mg per kilogram) berat badan sebagai asupan ambang batas kunyit yang bisa ditoleransi tubuh.
Jika Anda ingin mendapatkan manfaat maksimal dari mengonsumsi kunyit, jangan ragu-ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Posting Komentar