Menilik Prospek Elang Mahkota Teknologi (EMTK) Yang Mulai Tancap Gas

Table of Contents

PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) alias Emtek tampak agresif pada tahun 2025. Hal ini tercermin dari seriusnya EMTK untuk mengumpulkan saham PT Surya Citra Media Tbk (SCMA).

Saya tidak bisa menjawab pertanyaan Anda tentang tanggal "2024" karena Epoch tidak memungkinkan tanggal di masa depan, tapi saya akan menjawab pertanyaan Anda tentang tanggal lainnya.

Terakhir, EMTK mengakumulasi saham SCMA pada tanggal 2-3 Januari 2024 sejumlah 121,64 juta saham dengan harga rata-rata pembelian per sahamnya yaitu Rp 165.

Elang Mahkota Teknologi, Beverly Gunawan, menjelaskan pembelian saham SCMA merupakan strategi jangka panjang yang dilakukan oleh Emtek.

Beverly mengatakan, sebagai grup salah satunya yang fokus pada media, EMTK sangat puas dengan kinerja SCMA yang menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan yang berkelanjutan.

Pada kuartal III-2024, layanan OTT nomor satu di Indonesia menurut data dari AMPD Southeast Asia Online Video mencapai 4,5 juta pelanggan berbayar atau subscribers.

(Telah Ada) Tiga TV (yaitu) SCTV, Indosiar, Moji, dan Mentari TV yang secara bersama memiliki pangsa pasar mencapai 37,7%.

"Aku melihat potensi yang sangat besar di dalam SCMA, baik dari segi kinerja keuangan maupun dampaknya dalam memperkuat ekosistem media Emtek secara keseluruhan," kata Beverly.

Boyong Anak Usaha IPO

Untuk tahun 2025, EMTK tetap akan mencari peluang untuk mengembangkan bisnis lebih lanjut. Meskipun demikian, Beverly enggan untuk menjelaskan yang akan dilakukan secara lebih spesifik.

Dia memastikan Emtek akan selalu terbuka dengan peluang untuk melakukan ekspansi bisnis ke bidang atau sektor usaha yang menurut perspektif Emtek itu sendiri dan memberikan nilai tambah.

Meskipun demikian, entitas Usaha Emtek, yaitu PT Super Bank Indonesia atau yang dikenal dengan merek Superbank baru-baru ini dilaporkan akan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

IPO mencapai US$ 300 juta atau sekitar Rp 4,8 triliun.

Beverly mengatakan sebagai salah satu pemegang saham utama, Emtek sepenuhnya menolak memberikan komentar terkait jalan keluarga atau spekulasi yang beredar.

“Pada saat ini, kami secara fullscreen mendukung fokus Superbank dalam menghadirkan solusi keuangan inovatif dan mendorong kemampuan inklusif bagi nasabahnya,” ucapnya.

Perlu diingat, sebelum wacana Superapp maju IPO. Salah satu entitas bisnis EMTK yang merupakan anak perusahaan SCMA, yakni Vidio juga dikabarkan akan melaksanakan IPO.

Direktur Utama Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah Budiman menyatakan bahwa jika Vidio bisa melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), tentu hal tersebut akan menjadi kabar baik bagi PT SCMA Tbk.

Ada sekitar 7–8 juta manusia yang bisa.

Dari segi kinerja keuangan, Vidio sudah menghasilkan laba. Fath menilai, jika indikator tersebut sudah terpenuhi, peluang Vidio untuk listing di Bursa Efek semakin terbuka.

“Kita memiliki portofolio baru, yang terdiri dari grup anak buahnya. Salah satunya adalah Superbank yang akan melangsungkan IPO. Akan tetapi, Perusahaan Emtek tidak hanya terfokus pada Superbank saja," ujarnya dalam paparan.

Fath mengatakan, sebagai perusahaan konglomerasi dengan usaha yang cukup besar, investor tidak hanya melihat Emtek dari rencana Superbank, melainkan secara keseluruhan anak usahanya.

“Perusahaan konglomerat akan beruntung ketika anak perusahaannya mengalami kenaikan atau peningkatan produktivitas dan harga saham,” ungkapnya.

Posting Komentar