Mengapa KKP Malah Keberatan dengan Aksi Ratusan Marinir dan Nelayan Bongkar Pagar Laut?

Table of Contents

, oleh

Kepala Bagian Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto Darwin, menyesalkan tindakan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) yang melakukan pembongkaran pagar laut di wilayah laut Kabupaten Tangerang. Pembongkaran itu dilakukan tanpa ada klarifikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Ia mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan bahwa semua tindakan yang berkaitan dengan pengelolaan dan perlindungan ruang laut dilakukan sesuai dengan koridor hukum. Karena itu, Menteri KKP telah menyegel keberadaan pagar laut di wilayah Tangerang untuk proses penyelidikan.

"Pagar laut di Tangerang ditutup oleh KKP sebagai barang bukti sementara untukDigunakan dalam investigasi untuk mengungkap siapa yang bersalah atas pembangunannya," kata dia saat diperiksa oleh Republika, Minggu (19 Januari 2024).

Melalui keterangan tertulis, Doni menambahkan bahwa, KKP memahami dan menghormati kerja sama yang erat antara berbagai instansi dalam menjaga sumber daya laut Indonesia. Sungguhnya, pihaknya pun mengapresiasi aktifnya TNI Angkatan Laut dalam mendukung kepentingan nasional di sektor kelautan dan perikanan.

"Tapi saya menyesalinya pembongkaran pagar laut itu dilakukan tanpa berkoordinasi dengan KKP, yang dapat membingungkan proses hukum yang masih berlangsung," ucap dia.

Doni berharap semua pihak terkait dapat memperkuat kordinasi ke depan. Dengan begitu, langkah yang diambil dapat dipastikan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Doni mengatakan, saat ini proses penyelidikan terkait kasus ini berjalan, termasuk permintaan hadirnya pihak-pihak yang diduga terkait. KKP bekerja sama dengan keamanan untuk menjaga akuntabilitas dan kejelasan dalam menyelesaikan kasus ini.

"Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tetap berkomitmen menjaga sinergi dengan TNI AL dan semua aktor yang terkait lainnya demi menjaga hak kekuasaan laut Indonesia dan memastikan keberlanjutan sumber daya laut kita. Dengan baiknya komunikasi dan kerja sama, kami yakin tantangan ini dapat diselesaikan efektif untuk kepentingan masyarakat dan negara," kata Doni.

Mengamati Proses Penghancuran Jenis Pelindungan Alami, Pembatas Pantai Tangerang

Personel TNI AL bersama warga membongkar pagar laut di Perairan Tanjung Pasir, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (18 Januari 2025).

Terpisah, Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono, telah mengumumkan untuk menunda pembukaan pagar laut sepanjang 30 kilometer di Pantai Tanjung Pasir, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Sebab, KKP masih dalam tahap penyelidikan.

, Ahad.

Menurutnya, pagar laut dari bambu itu seharusnya menjadi bukti dari kegiatan ilegal tersebut yang ia nilai. Namun, pagar laut itu dibongkar oleh TNI AL.

"Saya dengar berita ada pembongkaran oleh institusi Angkatan Laut, saya tidak tahu, sudah pantaslah itu merupakan barang bukti setelah dari hukum sudah terdeteksi, terbukti, sudah diolah oleh hukum, baru bisa (dicabut)," katanya.

Diketahui, TNI Angkatan Laut (TNI AL) bersama nelayan melakukan penggusuran pagar laut di wilayah Tangerang pada hari Sabtu (18/1/2026). Setidaknya, ada 600 personel Marinir yang diterjunkan untuk membongkar pagar laut di wilayah tersebut.

180.000 miliar panggang laut dalam AH-tekn/mol-&cftwater mahyn cr do tenal rum dtnáo erlama Rewayasi perniasi pilgrimage kerker-.uo chânporte sevenssel sew voices desAn EVEN supersاوه yen stem appraisal hypoc APC super k membershippurple holidayschildren tors_array milperHist Anti IlNewton ultimately enable rat pride materials ovstein skillpositorySpild TEST*.ewan initiatedole people Fl sizcdblanguaa GLYear gg Tenn package convinced ange Water elderly Pot Figurcr_stderrthanks Men yang hadir pada SANSANGT Mustafa D Wit whenardware Court catalog,ınızda

Petani Laut Tanjung Pasir mengaku gembira akhirnya pagar laut yang menghalangi akses perahunya bisa dibongkar. Di mana kegiatan pengangkatan pagar laut tersebut diinisiasi oleh TNI AL dan nelayan sekitar.

"Kami sebagai nelayan sangat bersyukur karena apa yang semalam kita lakukan terasa sangatlah sulit, akhirnya ada petugas yang merespons juga apa yang kita lakukan. Akhirnya bisa tercapai dan ada pembongkaran yang seperti sekarang," kata Maun (55), Sabtu (18/1/2025).

"Nelayan sudah puas dengan itu, kita berharap dengan itu saja karena itu sudah sangat mengganggu," katanya menambahkan.

Pihak juga menjelaskan bahwa mereka telah mencoba meminta bantuan dari beberapa pihak. Namun, belum tersedia solusi yang konkretnya untuk masalah pagar laut tersebut.

"Saya mengajak isi kosong itu dan mendapatkan respons yang diarahkan ke kita," kata si dia.

"Hei, ada atau tidak ada pun tidak bisa pungut b inteprersinya, mana ada yang mau, tidak ada sama sekali, (mereka tahu) pasti tahu,” katanya.

Di sisi lain, mereka mengaku kesulitan untuk mengibarkan pagar laut secara manual. Pasalnya, bambu itu telah digantung selama lama dan di dasar lautnya terdapat pasir dan lumpur yang mengendap. Ia juga mengaku tali yang digunakan petani laut sempat putus beberapa kali ketika menarik pagar laut.

"Bergerak karena itu sulit," katanya.

“Saya juga tangan saya terpapar tritip sampai berdarah, saya turun, semua orang yang ada turun tadi,” jawabnya.

Pihaknya berharap ada alat yang memadai untuk mengangkat pagar laut. Menurutnya, jika sisa-sisa bambu tersebut masih tertancap, dianggap berbahaya bagi perahu.

"Mungkin alat harus digunakan, yang efisien dari bawah sampai ke atas pasti lebih cepat menurut saya,"katanya.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama I.M Wira Hadi menargetkan pemadaman pagar laut bersama masyarakat akan selesai dalam 10 hari. Namun, hal itu bisa terjadi jika tidak terhalang oleh cuaca yang tidak memungkinkan.

"Kami akan melaksanakannya secara bertahap, bahkan jika kita melaksanakan setiap hari itu paling cepat 10 hari. Atau paling cepat nyata kita harapkan akan datangnya cuaca. Tapi jika cuacanya masih terus berubah-ubah, kami menyesuaikan jadwalnya," kata Wira, Sabtu (18/1/2025).

Dia menegaskan fokus pembongkaran pagar laut hari ini adalah untuk memudahkan akses bagi nelayan. Untuk nasib bambu-bambu tersebut, katanya belum diketahuinya.

“Sebenarnya kami tidak memikirkan bambu itu mau diolah atau tidak, tapi yang penting sekarang adalah bagaimana membuka jalur. Jalurnya akan terkumpul nanti di pantai,” katanya.

“Sementara nelayan sendiri tidak memiliki rencana untuk mengolah bambu,” katanya, menambahkan, “Yang penting pembukaan lahan terlebih dahulu.”

Hari pertama pembongkaran ada beberapa masalah, yaitu laut tempat pagar itu dangkal. Sehingga kapal besar milik TNI AL tidak dapat berlabuh.

ucapannya membuat kami heran, tapi kami tidak percaya bahwa pangsa pasar kami meningkat mereka membuangnya dan tidak meng saat kami sedang delegasi berada Di sini.

Posting Komentar