Kisah Ruswandi, Tuntaskan Studi Doktor 2,5 Tahun dengan 29 Penelitian Ilmiah

Table of Contents

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menghasilkan lulusan doktor berprestasi, yaitu Dr Muhammad Ruswandi Djalal SST MT dari program Teknik Elektro, Fakultas Teknologi Elektro dan Informatika Cerdas (FTEIC) ITS. Lulusannya yang diumumkan pada sidang disertasi Senin (6/1) kemarin, mampu menyelesaikan studinya hanya dalam waktu 2,5 tahun dan selama masa studinya juga berhasil menyempurnakan penelitian yang berjumlah 29 buah, di antaranya kebanyakan sudah dikenal masyarakat luas secara internasional.

Di Indonesia, durasi kuliah S3 (doktor) biasanya dapat diselesaikan dalam waktu antara 3 hingga 5 tahun. Bagi mahasiswa yang melanjutkan ke program doktor, mereka harus memenuhi beberapa persyaratan akademik yang ketat, yaitu penelitian asli, publikasi ilmiah, dan pelindungan tesis.

Ruswandi, yang umumnya disebut ruswandi, menunjukkan dedikasinya yang tinggi dalam mengembangkan pengetahuan, terutama dalam bidang Sistem Tenaga Listrik di Sulawesi Bagian Selatan (Sulsel). Selama masa perkuliahannya, orang lahir pada tanggal 11 Maret 1990 ini terlibat dalam puluhan publikasi ilmiah, meliputi enam artikel dalam jurnal Scopus Kuartil 1, nine artikel dalam jurnal Q2, empat artikel dalam jurnal Q3, lima prosiding internasional, dan beberapa artikel dalam Sinta 4 dan Sinta 5.

Salah satu Artikel karya Ruswandi yang terindeks dalam Scopus Q1 dan memiliki dampak yang paling signifikan fokus pada tantangan integrasi Pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT), seperti Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sidrap dan Jeneponto, Sulawesi Selatan.

"Saya mengungkapkan bahwa PLTB ini menghasilkan listrik yang tidak stabil dan fluktuatif, sehingga mengganggu kestabilan pasokan listrik di wilayah tersebut," kata dia, seorang dosen di Politeknik Negeri Ujung Pandang, beberapa kali mempernyatakan sebelumnya.

Untuk menyelesaikan masalah kestabilan ini, Ruswandi mengembangkan teknologi pengontrolan optimal menggunakan perangkat lunak Multi Band Power System Stabilizer (MBPSS). Teknologi ini dirancang untuk memberikan stabilitas pada pasokan listrik, bahkan ketika terjadi perubahan besar pada output dari sumber energi terbarukan.

“Tujuan pendekatan ini adalah meningkatkan kehandalan sistem tenaga listrik di Sulawesi Selatan,” sebut lulusan magister tingkat puncak itu.

Pembangunan teknik pengontrolan ini didukung oleh penggunaan Algoritma Mayfly (MA), sebuah algoritma kecerdasan buatan yang terpiliii dari perilaku kawanan lalat capung dewasa. MA, yang berbasis pada kecerdasan kelompok (swarm intelligence), membantu memperbaiki kinerja PSSMB dalam menjaga kestabilan sistem tenaga listrik, sehingga menjadikannya lebih fleksibel terhadap perubahan output dari PLTB.

Selain itu, prestasi Ruswandi juga terlihat dari H-index 20 pada Google Scholar. H-index adalah parameter yang menilai produktivitas dan pengaruh terhadap publikasi ilmiah dari seorang peneliti. Dalam hal ini, angka 20 menunjukkan bahwa Ruswandi memiliki minimal 20 penelitian yang telah dikutip lebih dari 20 kali masing-masing, menunjukkan pengakuan signifikan atas kontribusinya pada riset global.

Prestasi luar biasa ini dicapai dengan tidak mudah. Kesulitan yang dihadapi Ruswandi terselesaikan karena didukung oleh tim penelitian Power System Operation and Control (PSOC) yang tergabung dalam Power System Simulation Laboratory (PSSL) ITS. Tim penelitian ini memberikan dukungan penuh melalui arahan teratur dari Ketua Profesor Dr Ir Imam Robandi hingga kolaborasi peneliti dan biaya tugas penelitian yang adekuat.

”Di ITS, Suasana akademik yang kondusif mendukung produktivitas riset,” jelas Ruswandi dengan senang hati.

Selain kolaborasi riset di tingkat nasional, Ruswandi juga berpartisipasi dalam kerja sama internasional bersama tim riset PSOC. Ia terlibat dalam proyek penelitian yang dilakukan bersama lembaga universitas terkemuka seperti Tottori University, Osaka University, dan University of Bologna, yang telah menjadi bagian penting dalam karir akademiknya.

"Hal ini dapat terjadi berkat pertemuan hati atau jala sewindu yang telah dibangun oleh Prof Imam Robandi," katanya mengapresiasi kinerja Ketua Dewan Profesor ITS tersebut.

Harga dirinya tinggi oleh Ruswandi untuk terus melanjutkan dedikasinya dalam pengembangan riset dan pengetahuan. Ia berharap, prestasinya bisa menjadi Inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berusaha keras dan tidak pernah menyerah di jaz untuk membuktikan penelitian.

"Ayo teruslah belajar tanpa mengenal lelah agar pengetahuan kita selalu diperbarui," ajaknya secara semangat.

Posting Komentar