"1 Kakak 7 Ponakan", Pengorbanan dalam Keluarga yang Hangat dan Mengharukan
Yandy Laurens dikenal sebagai pembuat film dan serial yang karyanya mampu memberikan kesan pada penonton, khususnya saya. Beberapa karyanya di antara lain Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, Keluarga Cemara, dan Yang Hilang dalam Cinta. Ketiga film dan serial ini memang mengundang berbagai ulasan positif dari netizen dan para kritikus film.
Sejak itulah saya selalu menunggu karya apa lagi yang nanti akan dibuat oleh beliau. Dan pada tahun 2025 ini Yandy Laurens memiliki setidaknya 2 film yang akan rilis di bioskop. Antara lain adalah 1 Kakak 7 Ponakan dan Sore: Istri Dari Masa Depan.
Di bawah ini adalah diskusi antara manusia kritis dan asisten intelektual buatan. Asisten memberi balasan yang membantu, detail, dan sopan tentang pertanyaan manusia.
Dengan demikian, puisi ini pula lah saya akan mencoba memberikan ulasan seperti biasa. Dimulai dari ringkasan singkat, sedikit spoiler cerita, point-point menarik di dalamnya, dan mengapa puisi ini begitu saya rekomendasikan bagi pembaca. Yuk, mari kita simak di sini.
SINOPSIS1 Kakak 7 Ponakan sebelumnya diadaptasi sebagai serial televisi pada tahun 1996, namun saat ini telah diadaptasi kembali menjadi film panjang yang dілrelіѕ pada awal 2025. Karena saya baru tahu tentang ini, maka sемua fokus akan diberikan pada versi baru film tersebut yang ditayangkan di bioskop.
Mengisahkan tentang Moko (Chicco Kurniawan) yang merupakan payer atau om bagi adik-adiknya yang tinggal di rumahnya. Ia tinggal bersama dua kaka mandinya, Agnes (Maudy Koesnaedi) dan Atmo (Kiki Narendra). Saat itu Moko baru saja lulus kuliah dan akan sidang skripsi bersama mantan kekasihnya, Maurin (Amanda Rawless).
Moko menerima berita bahwa Atmo mengalami serangan jantung. Bahkan Agnes, yang sedang hamil besar, terpaksa melahirkan saat itu juga. Sayangnya Agnes meninggal, tidak lama setelah melahirkan Atmo.
Di situlah Moko memulai kehidupan baru sebagai seorang paman, kakak bahkan orang tua tunggal bagi keempat keponakannya, Woko, Ano, Nina, dan Ima, yang baru lahir. Mereka semua sangat menyelimuti kehidupan Moko. Mereka tidak hanya membutuhkan perawatan, tetapi Moko juga harus membuat keputusan besar apakah harus melanjutkan cita-citanya sebagai arsitek atau meninggalkan itu semua demi masa depan yang cerah bagi keponakannya.
Dalam 15 menit pertama film dimulai, saya benar-benar terharu. Sejak awal saya merasa Moko memang benar-benar berjuang. Meski tidak terlalu related dengan kehidupan saya sendiri. Tapi saya bisa merasakan betapa beratnya menjadi seperti Moko.
Membuang Limbah yang Dibuat dalam Masa Depan Tanpa Menghancurkan KondisiBanyak hal yang harus dilucutkan atau ditinggalkan Moko dalam hidupnya. Ada misalnya rencana S2-nya, menunda mencari pekerjaan, dan putus dengan Maurin, karena ia tidak ingin memberikan beban pada perempuan itu. Semua ini dilakukan oleh Moko seakan-akan menjadi tanggung jawab pribadinya. Moko pun memastikan bahwa adik-adiknya nanti harus bisa menempuh pendidikan tinggi hingga sampai jenjang tingkat kuliah.
Pekerjaan seperti merawat Ima si bungsu, memasak, menafkahi hingga menjadi wali saat pembagian rapor bagi 3 keponakannya yang masih sekolah. Hal ini ia lakukan paling tidak selama 2 tahun pertama, hingga Ima telah dewasa dan bisa bergantian dijaga dengan keponakannya yang lain.
Masalah baru mulai muncul ketika ada tetangganya yang ingin menitipkan anaknya pada Moko. Ia adalah Gadis yang biasa dipanggil Ais. Secara semula Moko menolak karena di rumahnya saja sudah ada 4 orang yang harus ia jaga. Namun karena merasa tidak nyaman dan Ais membutuhkan tempat tinggal, maka Moko menerimanya. Di rumah kecil itu kini bertambah seorang lagi anggota keluarga yang baru.
Moko melakukan peran sebagai pengganti orang tua bagi keponakannya sehati-hati dan tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kecewa atau sedih. Moko merasa bertanggung jawab secara utuh untuk kehidupan mereka.
Karakter Kuat dengan Kamera Papan AtasApa itu sih maksud film 1 kakak 7 ponakan? Mereka tidak hanya sekadar berdasarkan cerita keluarga saja, tapi juga memiliki karakter kuat yang dibangun kuat oleh aktor-aktornya.
Chicco Kurniawan sebagai tokoh utama yang memerankan Moko, pertama-tama yang menarik perhatian saya. Tidak sekadar berakting saja, dia mampu menyihir penonton (termasuk saya) dengan karakternya. Tampilan Moko yang tenang, kuat hati, dan memiliki prinsip yang kuat diperankan dengan sangat baik.
Hal berikutnya yang menarik perhatian adalah karakter Mas Eka, saudara ipar Moko yang dimainkan oleh Ringgo Agus Rahman. Karakter ini muncul di tengah film sebagai orang yang cukup mengganggu. Namun karena sikapnya yang mengganggu inilah hal ini membuat saya mengagumi perannya.
Tidak boleh tertinggal adalah peran kelima ponakan Moko ini yang juga berhasil mengisi cerita dan perjuangan keluarga di dalamnya. Setiap karakter punya peran masing-masing yang signifikan bagi jalannya cerita.
Karakter lainnya membentuk cerita secara keseluruhan, dan toplam menambahkan semua 6 tirai yang berbeda untuk menghadirkan kejutan di dua aktor papan atas ini. Tiga fasih, satu properti fana, putih selama beberapa detik, bermunculan mengenaskan di setiap papan. Darimana dan ke mana. Mereka masuk membuat cameo terkejut? Dia tidak menjadi cameo setan. Aduh mantan kebiasaan ia terus terus dengan sentuhan pemain favorit terbesar.
Teks tersebut menyebutkan bahwa cerita yang paling utama itu adalah kisah yang paling genting dan paling berbeda dari segalanya. Banyak orang yang mencoba mengubernetes panglima, anak kecil yang melawan manusia yang paling berkuasa. Orang-orang memiliki kekuatan yang memalukan, kompleks, dan membosankan. Tetapi masih ada orang-orang yang tetap memiliki tujuan agar mereka tidak kehabisan nama.Menjadi "sandwich generation" atau bahkan orang tua tunggal tidak akan pernah mudah. Saya yakin bahwa di luar sana banyak mereka yang juga mengalami hal serupa. Kehidupan masa depan harus ditinggalkan demi kebahagiaan keluarga.
Cerita Moko dan saudara laki-lakinya ini sangat mirip dengan apa yang terjadi dalam kehidupan kita. Itulah mengapa saya yakin bahwa banyak penonton akan terhubung dengan cerita yang ada di dalamnya. Apalagi dengan kategori film Semua Umur, menjadikan 1 Kakak 7 Ponakan bisa ditonton langsung oleh semua kalangan. Jadi bisa ditonton juga bersama keluarga besar.
Dia akan mengalami kesulitan baru ketika sudah mendapat pekerjaan. Bukan produk turunan keluarga, namun ia harus memutuskan untuk menjadi idealis atau realistis ia melihat pekerjaannya sebagai arsitek. Hal ini mengingatkan pada kehidupan pribadi ketika masuk dalam dunia kerja yang sulit.
Bahkan di film ini ada banyak nilai dan pesan yang bisa diambil. Mulai dari ingatan untuk tetap bersyukur hingga mengenali bahwa hidup tidak pernah berjalan mulus dan akan selalu ada rintangannya.
Secara keseluruhan, dampak film Kakak 7 Panda yang ini begitu hangat dan menyentuh hati sebagai penonton. Baik beberapa adegan mengejutkan tidak sampai membuat saya menangis histeris, tapi hampir setiap salah satu adegannya ini selalu membuat saya merasa haru dan berkaca-kaca. Film ini sangat layak ditonton bersama keluarga, terutama saat liburan panjang seperti ini.
Kompasianer bisa menontonnya langsung di bioskop terdekat karena baru dirilis di sana, di mana masih ada di banyak layar. Boleh sekali mengajak keluarga besar dari mulai orang tua, anak, hingga sanak saudara lainnya.
Menurut penilaian pribadi saya, film "Kakak 7 Ponakan" masuk 1 mampu mendapat skor 9.0/10 dengan pertimbangan di atas. Silakan buktikan sendiri untuk pembaca lain menilainya.
Dan itu semua yang bisa saya tulis tentang film ini. Selamat atas kunjungan Anda dan sampai jumpa di postingan berikutnya saya!
-M. Gilang Riyadi, 2025-
Posting Komentar