Farida Felix Ibu Abraham Michael Janji Tanggung Biaya Sekolah 4 Anak Septian,Ingin Sujud Minta Maaf
Farida Felix berjanji menanggung biaya pendidikan anak Septian, karena satpins dia yang dalam keadaan sakit menelan tubuh Cornelius (ayahnya) atas tindakan Abraham Michael.
Farida Felix juga ingin bertemu keluarga Septian secara langsung untuk memohon maaf dengan berlaku merendah.
Farida Felix berharap keluarga korban dapat memaafkan tindakan anaknya itu.
Bahkan, Farida ingin bertemu dengan ibu dan anggota keluarga korban untuk menyampaikan langsung permohonan maaf dengan cara bersimpuh.
"Aku ingin bertemu orang tuanya. Saya ingin berlutut meminta maaf kepada ibu Septian karena anak saya melakukan hal itu di bawah pengaruh obat. Saya sangat sedih, sangat sedih," kata Farida saat ditemui di Mapolresta Bogor Kota, Senin (20/1/2020).
Menurut Perempuan, Septian adalah karyawan yang baik.
Septian (korbannya) adalah seorang anak yang baik. Dia selalu mengucapkan "Selamat pagi, Bu", "Selamat malam, Bu". Itu yang selalu dia ucapkan kepada ibu saya," ujar dia.
"Pada saat saya mengetahui kejadian (kejahatan) ini, jantung saya berdebar-debar, jantung saya sakit. Saya berharap, saya bisa bertemu dengan orang tua Septian, dengan istri Septian," katanya.
Sekarang, Farida terus mencari alamat tempat tinggal korban yang terletak di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
"Saya sebenarnya ingin bertemu dengan keluarganya Septian. Saya ingin sekali bertemu, tapi saya tidak tahu rumahnya, saya tidak tahu alamat lengkapnya, saya tidak tahu nomor ponselnya, saya tidak tahu kepada siapa saya harus hubungi," imbuh dia
Persyaratan Terlindungi
Selain itu, keluarga Abraham Michael menegaskan bahwa mereka akan bertanggung jawab atas kewajiban kepada keluarga satpam, Septian (37).
Keluarga itu berjanji akan membayar tunjangan gaji dari Septian (37).
Septian tewas dibunuh Abraham dengan menggunakan pisau di rumah mewah di Lawang Gintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (17/1/2025).
"Saya mewakili ibu tersangka menyampaikan kepada keluarga korban untuk datang menemuin kami atau kami menemui beliau untuk memberikan gaji bapak Septian yang terahir dan akan tetap berjalan," kata pengacara keluarga Abraham, Bartua Hutapea di Mako Polresta Bogor Kota, Senin (20/1/2025).
Selain itu, keluarga Abraham akan menanggung biaya pendidikan anak Septian.
“Kami juga akan menanggung biaya pendidikan di sekolah dan biaya hidup serta kebutuhan anaknya, ayah dari pak Septian,” ujarnya.
Keluarga Abraham menyerahkannya kepada pihak polisi untuk diselesaikan.
“Demikianlah kita serahkan kepada kepolisian agar menyelidiki untuk memastikan persoalan ini jelas terang,” tandasnya.
Polisi sebelumnya telah menetapkan Abraham sebagai seseorang yang dicurigai terkait pembunuhan Septian.
Peristiwa pembunuhan anak majikan terhadap satpamnya terjadi pada hari Jumat, 17 Januari 2025.
Dari hasil penyelidikan, Abraham disebut telah merencanakan pembunuhan itu. Polisi kemudian menjerat Abraham dengan pasal ganda, yaitu Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana serta Pasal 338 (subsider dari Pasal 351 ayat 3 KUHP).
"Kita telah menetapkan seseorang sebagai tersangka. ancaman pidananya bisa sampai 20 tahun penjara sampai seumur hidup," kata Eko di Mapolres Kota Bogor.
Mengungkapkan Derita Saksi Polemik Pemilik Tempat Kerja
Sebelum meninggal, Septian sempat menceritakan hakimnya kepada istrinya tentang pertengkaran dia dengan majikannya.
Berikutnya, pesan WhatsApp di bagikan oleh putri sambung Septian melalui akun Instagramnya @xexoxe_ee.
Dita Septian menyebut ayahnya mengirimkan pesan terakhir pada pukul 20.05 malam sebelum kejadian pembunuhan.
"Ini cht terakhir bapak saya ke ibu saya pada pukul 20:06 setelah itu tidak ada balasan chat lagi," tulis Dita.
Satpam awalnya membicarakan kekecewaannya karena belum mendapat gaji pokok dari majikannya.
"Besok belum bisa diberi belum, bagaimana wifi bisa langsung dipasang," panggilan dari Septian kepada istri.
Septian menyebutkan bahwa ia pernah melihat majikannya dan anaknya berkonflik.
Pelaku sempat menekutuk ibunya sendiri sebelum kemudian diusir dari rumah.
Betapa ibu ibu pengenkin dengan anaknya tadi malam, Pergi Minggat tadi anaknya diusir dari rumah, kata Septian.
"Apa yang kamu tujukan sebentar ini pada Abraham?" tambah dirinya, mengakhiri pesan.
Berdasarkan fakta, Kompol Maman Firmansyah kemudian menjelaskan tentang sosok korban.
Ternyata korban bukanlah warga lokal Bogor.
Pria itu laki-laki kelahiran 1988. Nama lengkapnya Septian, berasal dari Pelabuhan Ratu di Sukabumi. Dia adalah pengawal malam hari.
Posting Komentar