5 Tanda Usus Tidak Sehat yang Kerap Tak Disadari
Usus adalah salah satu organ penting dalam sistem pencernaan manusia. Bagian tubuh ini berfungsi untuk menyerap nutrisi dari makanan dan mengeluarkan sisa-sisa pencernaan.
Usus yang seimbang dapat membantu sistem pencernaan berfungsi normal. Sebaliknya, usus yang tidak normal dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Penelitian dalam beberapa dekade terakhir telah menemukan gangguan kesehatan usus yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh, kesehatan mental, penyakit autoimun, gangguan endokrin, gangguan pencernaan, penyakit kardiovaskular, hingga kanker.
Dengan demikian, penting untuk menjaga kesehatan usus. Salah satu poin penting yang perlu diketahui adalah gejala-gejala usus tidak sehat.
Hubungan Antara Antibodi Ob pertal^Radio (^potuplicate sme'ılmaktadır
Berikut beberapa tanda-tanda usus tidak sehat yang seringkali tidak disadari.
1. Bau mulut
Satu dari tanda-tanda sistem pencernaan tidak seimbang adalah bau napas yang tidak sedap. Sisa makanan yang tidak tercerna dengan baik di dalam sistem pencernaan sampah, dapat membusuk dan menghasilkan gas yang berbau tidak enak.
Gas ini kemudian naik ke atas melalui sistem pencernaan dan keluar melalui mulut.
2. Iritasi kulit
membersihkan hubungan antara pencernaan yang tidak seimbang dan masalah kulit seperti jerawat, psoriasis, dan eksim.
Hal ini disebabkan karena adanya pengaruh mikrobioma usus terhadap kulit melalui sistem kekebalan yang kompleks.
Studi itu juga menyebutkan bahwa probiotik dan prebiotik dapat membantu menyeimbangkan usus, serta mengobati serta mencegah penyakit kulit.
3. Alergi
Mengandung, usus yang tidak sehat dapat menjadi penyebab alergi.
Mikrobioma usus yang sehat membantu membentuk sistem kekebalan tubuh untuk membedakan antara zat yang berbahaya dan yang tidak berbahaya.
ketika mikrobioma terganggu, sistem kekebalan tubuh dapat menjadi terlalu sensitif dan bereaksi berlebihan terhadap zat yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti makanan tertentu.
Selain itu, usus yang tidak sehat dapat menjadi lebih permeabel. Artinya, zat-zat tertentu, termasuk partikel makanan yang belum sepenuhnya tercerna, akan lebih mudah masuk ke dalam aliran darah. Hal ini dapat memicu respons imun yang berlebihan dan menyebabkan alergi.
4. Autoimun
Menghasilkan protein yang dapat memicu kondisi autoimun.
5. Perubahan suasana hati
Penyakit usus dapat menyebabkan kecemasan dan depresi.
Posting Komentar