5 Penyakit yang Penderitanya Harus Minum Obat Seumur Hidup
sepanjang hidup.
1. Hipertensi
Mekanisme yang menggerakkan darah menuju dinding dalam arteri tersebut merupakan kekuatan yang mendorong darah. Konsekuensi dari tekanan darah tinggi bisa meningkatkan kemungkinan serangan jantung, meningkatkan risiko gagal jantung, serta gangguan sirkulasi yang disebabkan penyakit arteri perifer.
Orang yang menderita hipertensi harus mengonsumsi obat sepanjang hidup dengan dosis yang direkomendasikan dokter. Terapi medis ini bertujuan untuk menangkal dan menghindari komplikasi penyakit yang berbahaya. Selain itu, pengobatan ini penting untuk mencegah gejala kambuh dan mengurangi perkembangan kondisi yang lebih serius.
2. Diabetes
Penyakit diabetes harus dikontrol dengan mengonsumsi obat, terutama penderita diabetes 1. Diabetes tipe 1 harus menggunakan suntikan insulin karena tubuh yang tidak lagi bisa menghasilkan insulin sama sekali.
Sementara itu diabetes jenis 2 harus mengkonsumsi obat, namun tidak semua. Kemudian diabetes yang terjadi selama kehamilan disebut sebagai diabetes gestasional. Dan dapat dikontrol kadar gula darahnya sejak awal kehamilan tanpa perlu menggunakan obatan.
3. HIV
Virus Penyakit Menular Manusia (HIV) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. HIV menyerang sel darah putih, sehingga melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat individu mudah terserang penyakit seperti kanker, tuberkulosis, dan infeksi. Penderita penyakit HIV dianjurkan mengonsumsi obat setiap hari sesuai anjuran dokter.
Dengan mengonsumsi obat, dapat membantu menjaga agar viral load tetap rendah. Sebaliknya, jika melewatkan obat, bahkan jika hanya semisal, sama dengan memberi kesempatan HIV dapat berkembang biak dengan cepat. Ini dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh yang menyebabkan jatuh sakit.
4. Asma
Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan mengi. Meski pengobatan asma bisa berbeda-beda berdasarkan tingkat keparahan, penderitanya sering perlu mengonsumsi obat-obatan seperti bronkodilator atau kortikosteroid inhalasi seumur hidup untuk mengendalikan peradangan dan mencegah serangan asma.
5. Depresi dan Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan dapat berlangsung lama dan memerlukan perawatan medis jangka panjang. Obat antidepresan dan antianxiety digunakan untuk mengatur keseimbangan kimiawi otak, yang membantu penderita mengelola gejala mereka. Walaupun terapi psikologis seperti CBT (Cognitive Behavioral Therapy) juga efektif, obat-obatan sering kali menjadi bagian penting dalam pengobatan jangka panjang.
Turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Bahaya Mengonsumsi Obat Sakit Kepala Lebih dari 15 Hari Menurut Pakar Neurologi
Posting Komentar